Selain cuti tahunan yang biasanya diberikan sebanyak 12 hari dalam setahun, ada beberapa jenis cuti khusus yang diterapkan di Indonesia. Hak cuti ini diatur dalam Pasal 93 ayat (2) Undang-Undang Ketenagakerjaan. Apakah salah satu dari jenis cuti ini diterapkan di perusahaan tempat Anda bekerja? Mari kita baca dan simak apa saja jenis cuti khusus yang dimaksud:
1. Cuti Sakit
Cuti ini diberikan kepada pekerja yang sedang sakit, dengan bukti surat keterangan dokter. Cuti sakit ini diberikan sesuai dengan masa pemulihan yang dibutuhkan.
2. Cuti Haid
Pekerja perempuan berhak mendapatkan cuti selama maksimal 2 hari pada hari pertama dan kedua masa haid.
3. Cuti Menikah
Cuti ini diberikan kepada pekerja yang akan melangsungkan pernikahan. Lamanya adalah 3 hari.
4. Cuti Menikahkan Anak
Pekerja yang anaknya menikah berhak mendapatkan cuti selama 2 hari.
5. Cuti Menghitankan Anak
Pekerja yang melaksanakan acara menghitankan anak berhak mendapatkan cuti selama 2 hari.
6. Cuti Membaptiskan Anak
Pekerja yang melaksanakan acara baptisan anak berhak mendapatkan cuti selama 2 hari.
7. Cuti Istri Melahirkan atau Keguguran Kandungan
Cuti ini diberikan kepada suami ketika istrinya melahirkan atau mengalami keguguran kandungan. Lamanya 2 hari.
8. Cuti Suami/Istri, Orang Tua/Mertua, atau Anak/Menantu Meninggal Dunia
Cuti ini diberikan kepada pekerja yang suami, istri, orang tua, mertua, anak, atau menantunya meninggal dunia. Lamanya adalah 2 hari.
9. Cuti Anggota Keluarga Serumah Meninggal Dunia
Pekerja yang mengalami kehilangan anggota keluarga serumah berhak mendapatkan cuti selama 1 hari.
10. Cuti Karena Menjalankan Kewajiban Terhadap Negara
Cuti ini diberikan kepada pekerja yang menjalankan tugas atau kewajiban tertentu untuk negara, misalnya dalam hal mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan negara. Lamanya cuti ini ditentukan oleh kebijakan perusahaan.
11. Cuti Ibadah
Cuti ini diberikan kepada pekerja yang akan menjalankan ibadah tertentu, misalnya ibadah haji. Lamanya cuti ibadah ini ditentukan oleh kebijakan perusahaan.
Aturan Cuti Sakit Sesuai Peraturan Perundang-Undangan
Pekerja yang sakit berhak untuk mendapatkan cuti sakit, dengan bukti surat keterangan dari dokter. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, lama cuti sakit yang dapat diberikan adalah maksimal 12 bulan secara terus-menerus dengan ketentuan pembayaran gaji sebagai berikut:
- Empat bulan pertama: dibayar 100% dari upah.
- Empat bulan kedua: dibayar 75% dari upah.
- Empat bulan ketiga: dibayar 50% dari upah.
- Bulan selanjutnya: dibayar 25% dari upah, sebelum PHK dilakukan.

إرسال تعليق
Terimakasih